LintasNaya
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

5 Tahun Holding Ultra Mikro, BRI-Pegadaian-PNM Dorong UMKM Naik Kelas

Published September 13, 2026 · Updated September 13, 2026 · By Elizabeth Lopez - lintasnaya.com

Foto : Elizabeth Lopez - lintasnaya.com

Holding UMi Perluas Jalan Usaha Kecil untuk Bertumbuh

Lintasnaya.com – Memasuki usia lima tahun, Holding Ultra Mikro (UMi) yang menyatukan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperluas perannya dalam pemberdayaan pelaku usaha kecil. Kolaborasi yang mulai terbentuk pada 13 September 2021 ini dirancang untuk menghadirkan layanan keuangan yang lebih dekat bagi segmen ultra mikro di berbagai daerah Indonesia.

Ekosistem tersebut tidak berhenti pada penyaluran modal. Layanan yang dikembangkan mencakup pembiayaan, tabungan, transaksi, pembinaan usaha, pendampingan, hingga peluang pembentukan aset melalui layanan emas. Pendekatan ini penting karena kebutuhan pelaku usaha kecil dapat berubah seiring perkembangan bisnis dan kondisi ekonomi keluarga mereka.

Jutaan Nasabah dalam Satu Ekosistem

Sampai akhir triwulan II 2026, Holding UMi melayani 33,8 juta debitur aktif. Dalam periode yang sama, jumlah rekening simpanan mikro yang dikelola telah melampaui 166 juta rekening. Skala tersebut menggambarkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap akses layanan finansial yang mudah dijangkau dan sesuai dengan karakter usaha mikro.

Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM dibangun dari kebutuhan untuk menjangkau kelompok usaha ultra mikro yang sebelumnya belum menikmati layanan keuangan formal secara maksimal. Ketiga entitas membawa keunggulan yang berbeda: BRI memiliki jaringan serta kemampuan pembiayaan UMKM, Pegadaian berpengalaman dalam pembiayaan gadai dan ekosistem emas, sementara PNM kuat dalam pemberdayaan kelompok usaha ultra mikro.

“Selama lima tahun, kekuatan Holding UMi ditopang oleh integrasi keunggulan masing-masing entitas. BRI memiliki jaringan dan kapabilitas pembiayaan UMKM serta infrastruktur yang luas, Pegadaian memiliki kompetensi pada pembiayaan berbasis gadai dan ekosistem emas, sementara PNM memiliki kekuatan pada pemberdayaan serta pendampingan kelompok usaha ultra mikro,” ujar Group CEO BRI Hery Gunardi.

Dengan penyatuan layanan itu, pelaku usaha dapat memperoleh dukungan sesuai tahap perkembangan ekonominya. Usaha yang baru dimulai dapat mengakses pembiayaan ultra mikro dan pendampingan. Ketika usaha berkembang, nasabah memiliki peluang untuk menggunakan pembiayaan berkapasitas lebih besar, sekaligus memanfaatkan rekening simpanan, transaksi, investasi, dan produk keuangan lain dalam jaringan yang sama.

Naik Kelas Menjadi Ukuran Dampak

Salah satu capaian yang menonjol adalah perpindahan sekitar 2,3 juta debitur ke tingkat layanan yang lebih tinggi hingga penghujung triwulan II 2026. Istilah naik kelas di sini tidak sekadar menggambarkan kenaikan nilai pembiayaan. Hal itu mencerminkan proses ketika usaha kecil mempunyai kesempatan memperbesar kapasitas, memperbaiki pengelolaan keuangan, dan membuka akses ke layanan yang lebih luas.

Mobilitas ekonomi tersebut menjadi bagian penting dari tujuan holding. Pembiayaan memang dapat membantu menjaga perputaran modal, tetapi pendampingan dan edukasi keuangan membantu pelaku usaha mengenali kebutuhan bisnisnya, membangun kebiasaan menabung, serta mengelola perkembangan usaha secara lebih terarah.

“Bagi kami, keberhasilan terbesar bukan hanya ketika seseorang memperoleh pembiayaan. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika usahanya tumbuh, pendapatannya meningkat, kemampuan menabungnya semakin baik, dan kemudian dia mampu mengakses layanan keuangan yang lebih luas sehingga meningkatkan kesejahteraan. Karena itu, naik kelas menjadi salah satu agenda penting yang akan terus kami dorong,” jelas Hery.

Bagi masyarakat, kemajuan usaha tidak selalu berlangsung dalam langkah besar. Peningkatan pendapatan, kemampuan memenuhi kebutuhan operasional, disiplin menyimpan dana, dan kesiapan mengambil pembiayaan yang sesuai merupakan bagian dari perjalanan tersebut. Karena itu, model layanan yang menghubungkan pembiayaan dengan pembinaan memiliki arti strategis bagi pelaku usaha dengan skala sangat kecil.

Jaringan Kantor dan Pendamping di Komunitas

Kekuatan Holding UMi juga ditopang oleh kehadiran fisik di banyak wilayah. Hingga triwulan II 2026, BRI, Pegadaian, dan PNM memiliki lebih dari 15.100 kantor. Jaringan ini memberi masyarakat akses terhadap beragam kebutuhan finansial melalui ekosistem yang saling terhubung.

Di lapangan, lebih dari 74 ribu tenaga pemasar menjadi penghubung utama dengan nasabah. Mereka mencakup Mantri BRI, tenaga pemasar Pegadaian, dan account officer PNM. Peran mereka mencakup perluasan akses layanan, pengenalan kebutuhan usaha, edukasi finansial, serta pendampingan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan kegiatan ekonominya.

Kedekatan dengan komunitas menjadi relevan bagi segmen ultra mikro karena karakter usaha sering kali berbeda antarwilayah. Sebagian pelaku usaha memerlukan modal kerja, sementara yang lain membutuhkan pemahaman tentang pengelolaan tabungan, transaksi, atau pengembangan aset. Pendamping yang mengenal kondisi nasabah dapat membantu layanan disesuaikan dengan tahapan kebutuhan tersebut.

Penguatan Inklusi Keuangan dan Ekosistem Emas

Pada tahun kelimanya, Holding UMi bergerak menuju perluasan inklusi serta literasi keuangan. Salah satu arah pengembangan terlihat pada penguatan layanan emas melalui Pegadaian. Ekosistem emas menjadi bagian dari upaya menyediakan pilihan pembentukan aset bagi masyarakat di dalam jaringan holding.

Keberadaan produk dan layanan yang lebih beragam memberi ruang bagi nasabah untuk tidak hanya memikirkan kebutuhan modal hari ini, melainkan juga perencanaan ekonomi keluarga dalam jangka lebih panjang. Namun, manfaatnya tetap bergantung pada pemahaman nasabah terhadap karakter produk, kemampuan keuangan, dan tujuan yang ingin dicapai.

Lima tahun perjalanan Holding UMi menunjukkan bahwa akses pembiayaan dapat menjadi pintu awal, bukan tujuan akhir. Ketika pembiayaan terhubung dengan tabungan, transaksi, pendampingan, serta peluang membangun aset, pelaku usaha ultra mikro memperoleh jalur yang lebih lengkap untuk memperkuat usaha dan meningkatkan ketahanan ekonomi keluarganya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is 5 Tahun Holding Ultra Mikro BRI Pegadaian?

5 Tahun Holding Ultra Mikro BRI Pegadaian is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 5 Tahun Holding Ultra Mikro BRI Pegadaian matter?

5 Tahun Holding Ultra Mikro BRI Pegadaian matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.