Total Rp31 Triliun, Ini Daftar Stimulus Ekonomi Akhir 2026–Awal 2027: BSU sampai Bantuan Beras
Total Rp31 Triliun Ini Daftar Stimulus Ekonomi Akhir 2026 hingga Awal 2027
Lintasnaya.com – Pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi dengan alokasi sementara sekitar Rp31 triliun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2026 sekaligus memperkuat fondasi menuju 2027. Total Rp31 Triliun Ini Daftar program yang mencakup bantuan bagi pekerja, bantuan pangan, insentif perpajakan, perumahan, hingga peningkatan keterampilan tenaga kerja.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan stimulus tersebut akan mulai diarahkan untuk menjaga aktivitas ekonomi pada tiga bulan terakhir 2026. Program yang disiapkan antara lain Bantuan Subsidi Upah (BSU) serta bantuan beras bagi masyarakat penerima manfaat.
“Iya [stimulus senilai Rp31 triliun], kuartal IV. Ada Bantuan Subsidi Upah, kemudian beras 10 kg tiga bulan,” ujar Airlangga kepada wartawan di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (5/10/2026).
Bantuan Beras dan BSU Jadi Program Utama Akhir 2026
Salah satu porsi terbesar dalam paket tersebut ditujukan untuk menjaga ketahanan pangan. Pemerintah berencana menyalurkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan selama Oktober hingga Desember 2026. Nilai anggaran bantuan pangan ini mencapai Rp17,5 triliun dan menyasar 33.244.408 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari kelompok desil 1 sampai desil 4.
Selain bantuan pangan, pemerintah juga menyiapkan BSU bagi pekerja selama tiga bulan. Besaran bantuan yang direncanakan adalah Rp300.000 per bulan bagi 13,3 juta pekerja, dengan kebutuhan anggaran hampir Rp12 triliun. Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat membantu daya beli pekerja menjelang akhir tahun.
Total Rp31 Triliun Ini Daftar stimulus juga mencakup persiapan pembukaan rekening bank bagi warga negara berusia di atas 17 tahun. Program tersebut diprioritaskan bagi masyarakat pada kelompok desil 1 hingga desil 4 agar penyaluran bantuan dan akses layanan keuangan dapat semakin luas.
Pemerintah masih melakukan cross-check data bersama kementerian dan lembaga terkait untuk menentukan jumlah penerima manfaat. Proses ini dilakukan agar bantuan diberikan kepada kelompok yang sesuai sasaran dan pelaksanaan program dapat berjalan lebih tepat.
Stimulus 2027 untuk Pekerja, Pelatihan, dan Perumahan
Sejumlah kebijakan tidak hanya dirancang untuk kuartal IV/2026, tetapi juga telah dibahas sebagai bagian dari persiapan 2027. Pemerintah berencana melanjutkan program magang bagi 150.000 peserta serta pelatihan vokasi untuk 300.000 orang. Kedua program tersebut diarahkan untuk memperkuat keterampilan tenaga kerja.
Bagi pekerja, pengurangan Pajak Penghasilan atau PPh Pasal 21 untuk pekerja berpenghasilan di bawah Rp10 juta per bulan direncanakan diperluas ke seluruh sektor. Kebijakan ini ditujukan bagi 7,5 juta pekerja. Pemerintah juga membahas penyesuaian Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) bersama Kementerian Keuangan.
Insentif bagi pekerja bukan penerima upah turut disiapkan melalui kelanjutan diskon iuran JKK dan JKM pada 2027. Sementara itu, pemanfaatan JKP selama enam bulan akan disesuaikan dengan skala penghasilan. Pada industri perhiasan, pemerintah sedang menyusun standar PPN baru untuk logam mulia berkadar 99,9% agar fasilitas fiskal dapat lebih mudah dimanfaatkan.
Di sektor perumahan, fasilitas PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) akan diperpanjang hingga 2027 untuk rumah dengan harga sampai Rp2 miliar. Fasilitas tersebut juga berlaku atas bagian harga hingga Rp2 miliar bagi rumah yang dijual dengan harga sampai Rp5 miliar. Pemerintah turut menyiapkan KPR bersubsidi dengan bunga 6% bagi masyarakat berpenghasilan tetap sekitar Rp17 juta untuk pembelian rumah hingga Rp500 juta.
Menurut Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, alokasi anggaran sementara sekitar Rp31 triliun masih disisir oleh Kementerian Keuangan. Anggaran tersebut difokuskan agar manfaat program dapat segera dirasakan masyarakat dan mendukung target pertumbuhan ekonomi 2027.
Rangkuman Total Rp31 Triliun Ini Daftar Stimulus
Program yang disiapkan meliputi bantuan beras 10 kilogram per bulan selama tiga bulan, BSU Rp300.000 per bulan selama tiga bulan, pengurangan PPh Pasal 21 bagi pekerja berpenghasilan di bawah Rp10 juta per bulan, serta pembukaan rekening bagi warga berusia di atas 17 tahun dari kelompok desil 1 hingga desil 4.
Daftar tersebut juga mencakup program magang untuk 150.000 peserta, pelatihan vokasi bagi 300.000 orang, diskon iuran JKK dan JKM, perpanjangan PPN DTP rumah, serta KPR bersubsidi bunga 6% untuk rumah dengan harga maksimal Rp500 juta. Total Rp31 Triliun Ini Daftar kebijakan yang menunjukkan fokus pemerintah pada daya beli, kesempatan kerja, perlindungan sosial, dan sektor perumahan.
FAQ Stimulus Ekonomi Akhir 2026
Siapa yang menjadi sasaran bantuan beras?
Bantuan beras direncanakan untuk 33.244.408 KPM dari kelompok desil 1 hingga desil 4, dengan penyaluran 10 kilogram per bulan pada Oktober sampai Desember 2026.
Berapa nilai BSU yang disiapkan pemerintah?
BSU direncanakan sebesar Rp300.000 per bulan selama tiga bulan bagi 13,3 juta pekerja, dengan anggaran hampir Rp12 triliun.
Apa saja program yang berlanjut pada 2027?
Program yang dibahas untuk 2027 mencakup magang, pelatihan vokasi, pengurangan PPh Pasal 21, diskon iuran JKK dan JKM, PPN DTP perumahan, serta KPR bersubsidi.