BPJS Ketenagakerjaan dan Green SM Perkuat Perlindungan Mitra Pengemudi
BPJS Ketenagakerjaan dan Green SM Perluas Jaring Pengaman bagi Mitra Pengemudi
Lintasnaya.com – Pengemudi transportasi dengan tingkat mobilitas tinggi menghadapi risiko kerja yang tidak kecil, terutama saat berada di jalan. Risiko kecelakaan dapat menghentikan aktivitas mencari nafkah untuk sementara waktu, bahkan memengaruhi kondisi ekonomi keluarga. Karena itu, perluasan kepesertaan jaminan sosial bagi pekerja sektor transportasi menjadi kebutuhan yang semakin penting.
BPJS Ketenagakerjaan bersama Green SM Indonesia memulai kolaborasi untuk memberikan perlindungan sosial kepada para mitra pengemudi. Dalam tahap awal, perlindungan secara simbolis diberikan kepada sekitar 260 mitra pengemudi pada 19 Agustus 2026 di Depot Green SM Kemayoran, Jakarta.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk menjangkau lebih banyak pengemudi Green SM yang belum menjadi peserta. Dengan cakupan kepesertaan yang lebih luas, mitra pengemudi diharapkan memiliki perlindungan ketika menghadapi risiko yang berkaitan dengan pekerjaan, sekaligus memberi rasa aman bagi keluarga di rumah.
Iuran Rp8.400 per Bulan untuk Dua Program Perlindungan
Mitra pengemudi dalam kategori Bukan Penerima Upah atau BPU di sektor transportasi dapat mengikuti program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) melalui BPJS Ketenagakerjaan. Iuran untuk dua manfaat tersebut ditetapkan sebesar Rp8.400 setiap bulan.
Nilai itu merupakan hasil kebijakan keringanan iuran sebesar 50 persen dari pemerintah bagi pekerja BPU sektor transportasi. Sebelum relaksasi diberlakukan, jumlah iuran JKK dan JKM berada di angka Rp16.800 per bulan.
JKK memberikan manfaat perawatan bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja hingga pulih, dengan penanganan mengikuti indikasi medis. Peserta juga dapat memperoleh santunan sementara tidak mampu bekerja atau STMB selama menjalani masa pemulihan.
Apabila peserta meninggal akibat kecelakaan kerja, ahli waris berhak menerima santunan senilai 48 kali upah yang dilaporkan. Sementara itu, JKM memberikan manfaat Rp42 juta kepada ahli waris peserta yang meninggal bukan karena kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja.
Program ini turut menyediakan beasiswa untuk maksimal dua anak peserta, selama ketentuan program dipenuhi. Salah satu persyaratannya adalah masa pembayaran iuran paling singkat tiga tahun. Bagi keluarga pengemudi, manfaat tersebut dapat menjadi penopang penting saat risiko pekerjaan menimbulkan dampak yang lebih besar dari sekadar hilangnya penghasilan harian.
Target Perlindungan Menyeluruh
Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi BPJS Ketenagakerjaan Ihsanudin menilai perlindungan bagi sekitar 260 pengemudi merupakan fondasi awal untuk memperluas kepesertaan di lingkungan Green SM.
“Perlindungan kepada sekitar 260 mitra pengemudi yang telah dimulai merupakan langkah awal. Yang ingin kami dorong ke depan adalah bagaimana kolaborasi ini terus berjalan sehingga mitra pengemudi Green SM yang belum terdaftar dapat segera memperoleh perlindungan. Harapannya, seluruh mitra pengemudi Green SM dapat terlindungi dan memiliki jaminan ketika menghadapi risiko pekerjaan,” ujar Ihsanudin.
Ia menekankan bahwa perluasan perlindungan pekerja tidak dapat berjalan hanya dengan satu pihak. Program jaminan sosial membutuhkan keterlibatan perusahaan agar akses pekerja terhadap perlindungan dapat semakin terbuka.
“Perlindungan pekerja membutuhkan sinergi. BPJS Ketenagakerjaan hadir melalui program perlindungan, sementara dunia usaha dapat menjadi penggerak agar semakin banyak pekerja masuk dalam ekosistem jaminan sosial. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus diperkuat dan menjadi contoh bagi pelaku usaha lainnya,” tambah Ihsanudin.
Dalam sektor mobilitas, pengemudi berada pada posisi yang sangat dekat dengan risiko operasional setiap hari. Aktivitas berkendara, perubahan kondisi lalu lintas, serta tuntutan mobilitas membuat kehadiran perlindungan sosial menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penghasilan pekerja.
Peran Green SM dalam Ekosistem Mobilitas
Managing Director Green SM Indonesia Deny Tjia menyatakan mitra pengemudi memiliki peran penting dalam perkembangan perusahaan. Oleh sebab itu, perusahaan menempatkan perlindungan dan kesejahteraan mitra sebagai bagian dari upaya membangun hubungan jangka panjang.
“Mitra pengemudi adalah bagian penting dari perjalanan Green SM. Karena itu, kami terus berupaya menghadirkan inisiatif yang memberikan manfaat nyata bagi mereka, termasuk dalam aspek perlindungan dan kesejahteraan. Kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan menjadi bagian dari upaya kami untuk membangun ekosistem mobilitas yang tidak hanya menghadirkan layanan berkualitas, tetapi juga memberikan rasa aman bagi para mitra pengemudi dan keluarga mereka,” ujar Deny.
Green SM kini beroperasi di Jabodetabek, Makassar, Surabaya, Bali, dan Bandar Lampung. Kehadiran layanan di sejumlah wilayah tersebut membuka ruang perluasan akses perlindungan sosial bagi lebih banyak mitra pengemudi di berbagai daerah.
Kolaborasi ini memperlihatkan pembagian peran yang saling melengkapi. Pemerintah menyediakan kebijakan yang membuat iuran lebih terjangkau, BPJS Ketenagakerjaan menjalankan program perlindungan, dan pelaku usaha dapat membantu mendorong pekerja masuk ke dalam sistem jaminan sosial.
Bagi pengemudi, kepesertaan bukan hanya soal memiliki kartu program. Perlindungan itu berkaitan dengan kemampuan menjaga penghasilan ketika pekerjaan terganggu, ketenangan keluarga saat menghadapi kondisi tidak terduga, serta keberlangsungan rencana pendidikan anak. Dengan perluasan kepesertaan yang konsisten, manfaat jaminan sosial dapat menjangkau lebih banyak pekerja transportasi yang menjalankan aktivitasnya setiap hari di jalan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is BPJS Ketenagakerjaan dan Green SM Perkuat?BPJS Ketenagakerjaan dan Green SM Perkuat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does BPJS Ketenagakerjaan dan Green SM Perkuat matter?BPJS Ketenagakerjaan dan Green SM Perkuat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.